Mengenal Peter Pan Syndrome: Ketika Dewasa Tak Mau “Tumbuh Dewasa”
Siapa yang tidak tahu karakter Peter Pan — tokoh anak yang hidup di Neverland dan enggan menjadi dewasa? Namun dalam kehidupan nyata, ada istilah Peter Pan Syndrome yang menggambarkan fenomena menarik: orang dewasa yang menolak untuk benar-benar menjadi dewasa.
Apa Itu Peter Pan Syndrome?
Peter Pan Syndrome bukanlah gangguan resmi menurut buku pedoman medis, tetapi istilah populer dalam psikologi yang menggambarkan seseorang yang menghindari tanggung jawab dan peran dewasa meskipun secara fisik sudah mencapai usia dewasa.
Orang yang mengalami fenomena ini sering enggan menghadapi kewajiban seperti bekerja, berkomitmen dalam hubungan, mengelola keuangan, atau mengambil keputusan penting. Mereka cenderung hidup di zona nyaman tanpa tekanan kedewasaan bersama realita kehidupan.
Ciri-Ciri yang Sering Muncul
Berikut adalah beberapa tanda yang sering dikaitkan dengan Peter Pan Syndrome:
- Takut bertanggung jawab: Tanggungan seperti membayar tagihan, bekerja penuh waktu, atau merencanakan masa depan terasa menakutkan.
- Ketergantungan pada orang lain: Sering bergantung pada orang tua, pasangan, atau teman untuk dukungan finansial atau emosional.
- Menghindari komitmen: Baik dalam hubungan maupun pekerjaan, mengambil keputusan jangka panjang bisa terasa seperti beban besar.
- Berperilaku kekanak-kanakan: Tidak jarang menunjukkan perilaku atau reaksi emosional yang mirip dengan anak muda — impulsif atau tidak konsisten.
Apa Penyebabnya?
Tidak ada satu penyebab tunggal, tapi beberapa faktor sering muncul dalam kajian seputar fenomena ini:
- Pengasuhan yang terlalu melindungi: Orang tua yang terus mengatur sampai dewasa bisa membuat seseorang tidak siap menghadapi realitas kehidupan.
- Tekanan budaya dan sosial: Budaya modern sering kali memuja kebebasan dan kenakalan masa muda, sehingga dewasa kadang dianggap sebagai beban.
- Ketakutan gagal: Orang mungkin tak ingin mengambil risiko yang identik dengan kedewasaan karena takut gagal.
Apakah Selalu Buruk?
Menolak dewasa bukan berarti seseorang tidak ingin berkembang sama sekali. Kadang, karakter pemaaf, spontan, dan semangat eksplorasi yang melekat pada orang semacam ini justru bisa jadi kekuatan dalam beberapa situasi. Namun ketika hal itu mengganggu kemampuan hidup mandiri, hubungan, dan pencapaian tujuan pribadi, maka ini perlu diperhatikan.
Bagaimana Menghadapinya?
Menyadari bahwa pola perilaku ini menghambat kehidupan adalah langkah awal. Banyak ahli ternama menyarankan:
- Terapi atau konseling untuk memahami akar psikologis dan kehendak perubahan.
- Belajar keterampilan hidup baru secara bertahap — dari hal sederhana seperti mengatur anggaran sampai mengambil peran di lingkungan sosial.
- Membangun hubungan sehat yang saling mendukung pertumbuhan emosional.
Intinya, Peter Pan Syndrome bukan sekadar “enggan dewasa”, tetapi sebuah pola yang bisa memengaruhi cara hidup seseorang — dan mengenal ciri serta penyebabnya adalah langkah penting untuk melangkah maju.
