Harga Smartphone dan Laptop Diproyeksikan Naik 4–8% dalam Beberapa Bulan ke Depan Karena Krisis Chip Global
Jakarta, 17 Januari 2026 — Harga smartphone, laptop, dan berbagai produk elektronik konsumen diperkirakan akan naik sekitar 4–8% dalam beberapa bulan ke depan akibat tekanan biaya produksi dan kelangkaan komponen penting, terutama chip memori.
Para analis industri menyebut bahwa kenaikan ini dipicu oleh lonjakan harga dan permintaan terhadap memory chips seperti DRAM dan NAND flash, komponen kunci yang semakin banyak dibutuhkan oleh pabrik pembuat gadget serta pusat data kecerdasan buatan (AI). Permintaan dari sektor AI kini sering kali “memakan” pasokan chip yang biasanya disuplai untuk smartphone dan laptop, sehingga menekan ketersediaan untuk perangkat konsumen.
Kenaikan komponen ini sedang terjadi di pasar global dan telah mendorong produsen untuk menyesuaikan harga jual produk mereka. Menurut pelaku industri, harga perangkat elektronik sudah mengalami kenaikan signifikan pada akhir tahun lalu, dan akan berlanjut dalam dua hingga tiga bulan ke depan.
Selain itu, sebagian merek besar perangkat elektronik juga mulai memberlakukan harga baru pada model-model terbaru mereka, yang mencerminkan tekanan biaya produksi yang lebih tinggi dibanding periode sebelumnya. Beberapa analis bahkan memperkirakan bahwa tekanan harga ini akan menjadi bagian dari tren jangka panjang jika pasokan chip dan memori tidak segera membaik.
Para konsumen yang berencana membeli smartphone atau laptop dalam waktu dekat disarankan mempertimbangkan pembelian lebih cepat, karena tren kenaikan harga tersebut diperkirakan belum akan mereda dalam beberapa bulan ke depan.
