Api Kecil, Semangat Besar: Kisah Ided, Tukang Korek Gas di Tengah Hiruk-Pikuk Kota Bandung
Bandung, Jawa Barat – Di tengah keramaian Jalan Dipatiukur yang sibuk dengan pelajar dan mahasiswa, ada sosok yang langkahnya tak pernah sepi meski usianya telah mencapai 51 tahun. Namanya Ided, seorang tukang reparasi dan pengisi ulang korek gas yang setiap harinya menghidupkan api kecil bagi para pelanggannya — sekaligus mempertahankan harapan untuk keluarganya.
Berbekal sebuah boks yang dimodifikasi berisi korek dan tabung kecil, Ided menawarkan jasanya dari satu sudut trotoar ke sudut lain dengan berjalan kaki. Apa yang tampak sederhana—memperbaiki korek gas dan mengisi ulang isinya—adalah perjuangan gigih seorang pria yang terus berusaha mencukupi kebutuhan tiga anak dan biaya tempat tinggalnya.
Sejak 2005, Ided menggeluti usaha ini dengan penghasilan yang sering kali tak lebih dari puluhan ribu rupiah per hari. Meski hasilnya tak besar, ia tetap percaya bahwa kerja kerasnya akan membawa berkah, sekecil apapun nilainya. Di bawah rindangnya pepohonan dan bisingnya kendaraan, Ia tetap berjalan dari Ledeng, Cibiru, hingga Dago dan Cimahi, menawarkan bantuannya kepada siapa saja yang butuh.
Tak selalu mudah. Ada hari-hari di mana ia khawatir akan tunggakan kontrakan atau hanya bisa makan seadanya. Namun setiap kali korek yang rusak kembali menyala setelah diperbaikinya, ada sedikit harapan baru yang menyala pula—bahwa usahanya, sekecil apapun bentuknya, tetap berarti bagi orang lain.
Cerita Ided mengingatkan kita bahwa inspirasi bisa datang dari hal-hal sederhana di sekitar kita: dari kegigihan seorang pria yang memilih untuk bekerja keras, melangkah meski lelah, dan tak menyerah meskipun hidup tak selalu mudah. Di tengah riuhnya jantung kota, semangatnya tetap menyala.
Penulis: Dita Permata Sari | Editor: Roni Syahputra
