26, Nov 2025
Produk Skincare Viral di TikTok, Apakah Benar-Benar Ampuh?

Dalam beberapa tahun terakhir, TikTok bukan hanya menjadi platform hiburan, tetapi juga menjadi sumber tren kecantikan dan skincare. Setiap hari, ribuan video menampilkan produk-produk skincare yang diklaim “ajaib” dan bisa membuat kulit mulus, cerah, atau bebas jerawat hanya dalam hitungan hari. Tapi, apakah semua produk skincare viral di TikTok benar-benar ampuh, atau hanya populer karena hype semata?

 

Fenomena Skincare Viral di TikTok

TikTok memiliki algoritma yang mampu membuat video menjadi viral dalam waktu singkat. Konten yang menampilkan perubahan dramatis “before-after” sering mendapatkan perhatian lebih. Dengan ribuan like, komentar, dan share, produk tertentu bisa langsung laku keras hanya dalam beberapa hari. Contohnya, serum vitamin C, face mist berbahan alami, atau masker peel-off yang diklaim mampu membersihkan pori secara instan.

Namun, popularitas suatu produk di TikTok tidak selalu berbanding lurus dengan efektivitasnya. Banyak pengguna yang tertarik membeli produk karena tren atau rekomendasi influencer, bukan berdasarkan penelitian ilmiah.

 

Faktor yang Mempengaruhi Efektivitas Skincare

Ada beberapa hal yang perlu dipahami sebelum memutuskan membeli produk skincare viral:

  1. Jenis Kulit Berbeda-beda
    Kulit setiap orang memiliki karakteristik yang unik. Produk yang ampuh untuk seseorang belum tentu memberikan hasil yang sama pada orang lain. Misalnya, pelembap yang cocok untuk kulit kering bisa membuat kulit berminyak terasa lengket atau menimbulkan jerawat.
  2. Bahan Aktif dan Konsentrasi
    Efektivitas skincare sangat bergantung pada bahan aktif dan konsentrasinya. Produk viral terkadang mengandung bahan aktif, tapi kadarnya terlalu rendah untuk memberikan efek signifikan. Contohnya, serum vitamin C yang hanya 5% mungkin tidak seefektif yang 15-20% meski terlihat sama di TikTok.
  3. Konsistensi Penggunaan
    Skincare membutuhkan waktu dan konsistensi. Perubahan dramatis yang ditampilkan dalam video TikTok sering kali dilebih-lebihkan atau menggunakan trik pencahayaan dan filter. Hasil nyata biasanya baru terlihat setelah penggunaan rutin selama beberapa minggu atau bulan.
  4. Ulasan dan Bukti Ilmiah
    Tidak semua produk viral didukung oleh penelitian klinis. Selalu penting untuk mengecek review dari sumber terpercaya atau berkonsultasi dengan dermatolog sebelum mencoba produk baru, terutama jika kulit sensitif atau memiliki masalah kulit tertentu.

Tips Aman Mengikuti Tren Skincare
  1. Jangan tergiur hanya karena viral.
  2. Periksa kandungan bahan dan kecocokannya dengan kulit Anda.
  3. Lakukan patch test sebelum pemakaian penuh.
  4. Gunakan skincare secara rutin dan bersabar untuk melihat hasil.
  5. Konsultasikan dengan ahli kulit jika memiliki kondisi khusus, seperti jerawat parah atau rosacea.

Kesimpulan

Produk skincare viral di TikTok bisa jadi efektif, tapi tidak semua klaimnya dapat dipercaya. Viralitas lebih banyak dipengaruhi oleh tren dan konten visual daripada bukti ilmiah. Kunci utama tetap pada pemilihan produk yang sesuai dengan jenis kulit, penggunaan konsisten, dan literasi tentang bahan aktif. Jadi, meski TikTok bisa menjadi sumber inspirasi skincare, tetap bijak dalam menilai apakah produk tersebut benar-benar ampuh atau hanya sekadar hype sesaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

Rekomendasi Skincare Anti-Aging untuk Kulit 30-an ke Atas

Saat memasuki usia 30‑an, kulit mulai mengalami perubahan: produksi kolagen alami dan elastisitas menurun, proses regenerasi kulit melambat, sehingga kulit…

Cetaphil Healthy Renew Night Cream, Krim Malam Multifungsi yang Melembapkan dan Samarkan Garis Halus

Jakarta, Belanjaasik.id – Menemukan rutinitas skincare yang benar-benar cocok sering kali membutuhkan waktu, tenaga, dan biaya besar—terutama jika kamu harus…

Rekomendasi Skincare Terbaik untuk Kulit Sensitif 2025: Aman & Efektif

  Memiliki kulit sensitif berarti memerlukan perawatan khusus agar tidak mudah iritasi, kemerahan, atau terasa perih. Memasuki tahun 2025, eksperimen…